Artikel Blog

Pemrosesan Kopi Arabika

Kopi arabika adalah salah satu jenis kopi yang paling populer di dunia. Kopi arabika memiliki aroma yang harum, rasa yang asam, dan kadar kafein yang rendah. Untuk mendapatkan kualitas kopi arabika yang baik, diperlukan proses pemrosesan yang tepat. Berikut adalah beberapa tahapan pemrosesan kopi arabika:

## Panen

Panen adalah tahap pertama dalam pemrosesan kopi arabika. Panen dilakukan dengan cara memetik buah kopi yang berwarna merah (red cherry) secara selektif. Buah kopi yang hijau atau terlalu matang tidak dipetik karena akan menurunkan kualitas kopi. Buah kopi yang dipetik kemudian disortir untuk memisahkan buah yang rusak, busuk, atau terserang hama.

## Pengupasan Kulit Buah

Pengupasan kulit buah adalah tahap kedua dalam pemrosesan kopi arabika. Pengupasan kulit buah dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (pulper) yang berfungsi untuk memisahkan kulit buah dari biji kopi. Biji kopi yang sudah dikupas kulit buahnya disebut biji kopi basah (wet parchment). Biji kopi basah masih memiliki lapisan lendir yang menempel di permukaan kulit tanduknya.

## Fermentasi

Fermentasi adalah tahap ketiga dalam pemrosesan kopi arabika. Fermentasi bertujuan untuk menghilangkan lapisan lendir yang menempel pada biji kopi basah. Fermentasi juga berpengaruh pada citarasa kopi, karena selama fermentasi terjadi reaksi kimia yang mengubah senyawa-senyawa dalam biji kopi. Fermentasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu fermentasi basah dan fermentasi kering.

Fermentasi basah dilakukan dengan cara merendam biji kopi basah dalam air bersih selama 12-36 jam, tergantung pada suhu dan keasaman air. Fermentasi basah menghasilkan kopi yang memiliki rasa asam yang tinggi dan aroma yang harum.

Fermentasi kering dilakukan dengan cara menyimpan biji kopi basah di tempat yang teduh dan berventilasi baik selama 24-48 jam. Fermentasi kering menghasilkan kopi yang memiliki rasa manis dan pahit yang seimbang dan aroma yang kaya.

## Pencucian

Pencucian adalah tahap keempat dalam pemrosesan kopi arabika. Pencucian dilakukan untuk membersihkan biji kopi dari sisa-sisa lendir yang masih menempel setelah fermentasi. Pencucian juga berfungsi untuk menghilangkan biji kopi yang ringan, cacat, atau berjamur. Pencucian dilakukan dengan cara menyiram biji kopi dengan air bersih atau mengaduknya dalam bak berisi air. Biji kopi yang sudah dicuci kemudian disortir lagi untuk memilih biji kopi yang berkualitas.

## Pengeringan

Pengeringan adalah tahap kelima dalam pemrosesan kopi arabika. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam biji kopi hingga sekitar 10-12%. Pengeringan yang baik akan mempertahankan kualitas dan citarasa kopi. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeringan alami dan pengeringan mekanis.

Pengeringan alami dilakukan dengan cara menyebar biji kopi di atas lantai atau rak yang terbuat dari bambu, kayu, atau plastik. Biji kopi harus disusun tipis-tipis dan dibalik secara teratur agar pengeringan merata. Pengeringan alami membutuhkan waktu sekitar 7-14 hari, tergantung pada cuaca dan kelembaban udara.

Pengeringan mekanis dilakukan dengan cara memasukkan biji kopi ke dalam mesin pengering (dryer) yang menggunakan panas dari bahan bakar seperti kayu, gas, atau listrik. Biji kopi harus diatur suhu dan kecepatan pengeringannya agar tidak terlalu panas atau terlalu cepat. Pengeringan mekanis membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam.

## Pengupasan Kulit Tanduk

Pengupasan kulit tanduk adalah tahap keenam dalam pemrosesan kopi arabika. Pengupasan kulit tanduk dilakukan untuk menghilangkan kulit tanduk yang melindungi biji kopi. Kulit tanduk adalah lapisan tipis berwarna cokelat yang menempel pada biji kopi. Pengupasan kulit tanduk dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas (huller) yang berfungsi untuk menggesek biji kopi dengan kecepatan tinggi. Biji kopi yang sudah dikupas kulit tanduknya disebut biji kopi kering (green bean).

## Penyortiran dan Penyimpanan

Penyortiran dan penyimpanan adalah tahap ketujuh dan terakhir dalam pemrosesan kopi arabika. Penyortiran dilakukan untuk memilih biji kopi yang memiliki ukuran, warna, dan bentuk yang seragam. Penyortiran juga berfungsi untuk membuang biji kopi yang cacat, retak, atau berjamur. Penyortiran dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan mesin sortir (grader).

Penyimpanan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesegaran kopi. Penyimpanan harus dilakukan di tempat yang kering, sejuk, dan gelap. Biji kopi harus disimpan dalam karung yang terbuat dari bahan alami seperti katun atau jute. Biji kopi harus diberi label yang mencantumkan nama, jenis, asal, dan tanggal pengolahan kopi.

Demikianlah artikel tentang pemrosesan kopi arabika. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang kopi. Terima kasih. ????

Source: Conversation with Bing, 1/4/2024
(1) Pengolahan Biji Kopi Arabika Hingga Menjadi Bubuk Kopi. https://kinetika.hmtk.undip.ac.id/pengolahan-biji-kopi-arabika-hingga-menjadi-bubuk-kopi/.
(2) KARAKTERISTIK MUTU DAN FISIK BIJI KOPI ARABIKA DENGAN BEBERAPA METODA .... https://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/16606/42-Article%20Text-342-3-10-20201012.pdf?sequence=1.
(3) Penasaran Pembuatan Kopi Arabica dan Robusta? Begini Proses Fermentasi Kopi. https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/aNrvZy1N-penasaran-pembuatan-kopi-arabica-dan-robusta-begini-proses-fermentasi-kopi.
(4) Cara Pembibitan Kopi Arabika agar Menghasilnya Bibit Berkualitas. https://agri.kompas.com/read/2023/02/06/185352984/cara-pembibitan-kopi-arabika-agar-menghasilnya-bibit-berkualitas.